Uasai acara lelang amal merekapun hendak pulang ke rumah namun saat akan menaiki mobil seseorang menepuk pundak Cindy, sontak iapun berbalik.
"Manantuku,,, sudah lama kita tidak bertemu," ucap Vina, ibu Alvin dengan langsung memeluk Cindy.
"Ibu? Kenapa ibu tidak memberitahuku ibu juga ada disini?"
"Aish itu tidak penting, yang pasti sekarang kalian harus ikut ibu pulang, ibu ingin mengobrol dengan menantu ibu yang cantik ini."
"Selamat malam nyonya Vina, sudah lama yha kita tidak bertemu," ucap ibu tiri Cindy yang entah datang dari mana bersama ayahnya.
"Ah iya, selamat malam juga."
"Maafkan putri kami Amanda, nyonya bukan maksudnya untuk kabur dari pernikahan itu, dia hanya tidak siap saja menikah secepat itu, maafkan kami kau pasti tidak menyukai Cindy ini karna dia hanya membebani saja dan penampilannya juga biasa saja dibanding Amanda dan nak Alvin pasti cukup malu membawanya ke acara acara seperti ini."
"Siapa bilang aku tidak menyukai Cindy, lagipula sejak awal aku memang menyukai Cindy untuk menjadi menantuku, tapi kalian lah yang memaksa untuk Amanda saja yang dijodohkan dengan putraku Alvin."
"Dan satu hal lagi yang perlu ayah dan ibu mertua ketahui aku tidak pernah sedikitpun malu membawa Cindy kesini, dan sudah kubilang pada kalian untuk menjauhlah dari kami, kami tidak memerlukan omong kosong kalian."
Mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil tanpa memperdulikan ayah dan ibu Cindy lagi.
"Arrggh si*l dasar anak si*lan jika saja yang menikah dengan Alvin adalah Amanda maka aku akan dengan mudah mendapatkan kesepakatan kerjasama dengan perusahaannya!" Ucap ayah Cindy kesal.
"Sudahlah pah, lagipula itu hal mudah kita hanya tonggal membujuk Cindy untuk meminta Alvin bekerja sama dengan perusahaan kita saja, kita hanya perlu berpura pura baik padanya."
Mereka berduapun tersenyum licik.
***
Sesampainya dirumah Vina, mereka langsung di antarkan menuju kamar Alvin dulu sebelum ia memiliki rumah sendiri. Saat akan masuk kamar tiba tiba Cindy ditarik ibu Alvin ke arah dapur. Sesampainya disana ia memberikan suatu minuman yang terlihat seperti jamu.
"Menantuku,,, kau berikan minuman ini pada Alvin dan segeralah berikan ibumu ini cucu yang cantik dan tampan ya," ucap ibu Alvin dengan senyuman yang aneh?.
"Emm ini minuman apa bu?"
"Sudahlah berikan saja ya? Hhe," ucapnya sambil berbalik akan kembali ke kamarnya.
Belum jauh ia melangkah iapun lantas berbalik.
"Dan yang harus kau pastikan Alvin meminumnya sampai habis dang jangan tersisa sedikitpun oke?"
"Ba, baik,,,," ucap Cindy ragu ragu.
Cindy pun menuruti permintaan ibu meetuanya itu untuk memberikan minuman yang dibawanya pada Alvin. Sesampainya di kamar Cindy tak menemukan Alvin, dan ternyata Alvin ada di dalam kamar mandi.
"Cindy? Apa itu kau?"
"Iya, ada apa? Apa kau butuh sesuatu?"
"Bisakah kau mengambilkan handuk untukku, aku lupa membawanya."
"Baiklah."
Cindy pun beranjak dari duduknya dan mengambil handuk yang di inginkan Alvin.