06

481 Kata
Usai mandi Alvin tak langsung pergi ke dapur ia melihat lihat beberapa perhiasan Cindy lalu ia mengambil sebuah kalung dengan liontin yang berbentuk setengah hati. "Aku tak menyangka bahwa itu benar benar kau, setelah sekian lama akhirnya aku menemukanmu lagi," ucapnya sambil menggenggam kalung itu. *** Di dapur Cindy di sibukkan dengan aktivitas memasaknya, ia tak menyadari Alvin yang sudah berjalan ke arahnya. Saat sudah tepat berada di belakang Cindy, Alvin memberi kode pada bi Ina agar ia pergi. Setelah bi Ina pergi, Alvin pun memeluk Cindy dan menempelkan dagunya pada pundak Cindy. "A, apa yang kau lakukan?! Apa kau tak melihat aku yang sedang memasak?" "Apa kalung ini milikmu?" Ucap Alvin sambil menunjukan sebuah kalung. "Darimana kau mendapatkan kalung itu?! Itu milikku, cepat kembalikan padaku!" "Ahh, ternyata itu memang benar kau,,, aku sudah mencarimu selama ini, aku tak menyangka kalau aku akan menemukanmu lagi." "Apa maksudmu? Aku tak mengerti yang kau ucapkan, kalung itu pemberian seorang temanku saat aku kecil dulu, jadi tolong kembalikan padaku." "Apa kalung ini sangat berharga bagimu? Dann siapa temanmu itu?" "Iya,,, karna dulu hanya dia temanku dan dialah yang selalu menghiburku saat aku disakiti ibu tiriku. Namanya juga Alvin, sepertimu, aku juga tak tau dimana dia sekarang," ucapnya dengan menunduk. Mendengar itu Alvin lantas mengeluarkan seauatu dari saku celananya dan ternyata itu adalah kalung dengan sebagian hati dari milik Cindy. "Ka, kau?! Alvin?!" ucapnya dengan mata yang berkaca kaca. Ada perasaan tak percaya dalam hati Cindy tapi kalung yang dimiliki Alvin itu memang benar milik sahabatnya dulu. "Aku sudah mencarimu selama ini, aku tidak menyangka akhirnya aku bisa bertemu lagi denganmu." "Pantas saja aku merasa tidak asing dengan foto masa kecilmu." "Maafkan aku atas semua perlakuanku padamu, aku, aku hanya...." "Sudahlah aku sudah memaafkanmu." Setelahnya keduanya pun sarapan bersama penuh suka cita. Usai sarapan Alvin pamit untuk pergi ke kantor. *** Saat sorenya rencana Alvin untuk membawa Cindy belanja dibatalkan karna ia sudah membeli sebuah gaun yang indah untuk Cindy dari sorang disainer terkenal yang merupakan teman Alvin. Malamnya merekapun menghadiri acara lelang amal. Cindy tampak sangat anggun. Saat akan memasuki ruangan VIP milik Alvin, Cindy dihentikan dengan panggilan dari orang yang sangat dikenalnya yaitu ibu tirinya bersama sang ayah. "Ada apa bu?" Tanya Cindy yang sudah sangat malas berhadapan dengan ibu tirinya itu. "Tidak, hanya saja aku sempat tak mengenalimu, kau sangat cantik memakai baju ini." "Tentu saja dia cantik ibu mertua," ucap Alvin. "Tentu saja nak Alvin, dia sangat cantik dengan gaun ini." "Yah, tentu karna selama ini bukankah kalian selalu memberinya baju bekas?" Wajah kedua orangtua Cindy itupun tampak pucat mendengar perkataan Alvin. "Ba, bagaimana kau bisa tau?" "Itu tidak penting, aku hanya ingin kalian tidak mengusik istriku lagi dan menjauhlah dari kami, kami sangat terganggu dengan kehadiran kalian, kalau begitu kami akan pergi duluan." Alvin pun membawa Cindy pergi dari hadapan kedua orangtua itu dan membawanya masuk ke ruang VIP miliknya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN