2.Karung Beras

1111 Kata
Selanjutnya. Bunga ketawa ngakak melihat cowok nyebelin dan ngeselin itu jatuh tersungkur karena ditendang pantatnya oleh dirinya sendiri. "Rasain, lo otak udang!" HAHAHA.... 😂😂😂 "Cium tuh tanah biar nggak najis lagi pipi lo!" Lagi asyik ketawa sambil guling-guling, tiba-tiba saja para asisten atau bodyguard Cakra langsung turun tangan dan memborgol tangan Bunga. "Bunga???" Panggil Frena dari kejauhan dengan sangat gelisah. Dia takut besti satu-satunya dibawa sama gerombolan manusia nggak jelas itu. Kelihatannya cowok yang terlibat kasus dengan sahabatnya itu memang bukan cowok biasa saja, karena nggak mungkin juga cowok biasa main aja sampai dikawal sama lima asisten atau bodyguard. Bisa jadi dia itu anak orang paling tajir, atau bisa jadi kalo cowok itu ternyata adalah anak dari seorang mafia kelas kakap dan gimana nasib Bunga selanjutnya, coba??? Gimana kalo Bunga sampai dikuliti, dikarungin, atau jangan-jangan nanti usus sama jeroannya di jual ke luar negeri kayak di berita-berita itu??? Frena bergidik ngeri. "WOY, LEPASIN GUE!!!" Bunga mencoba untuk melepaskan dirinya. Si cowok tengil itu sudah bangkit dan sekarang sedang memberikan perintah pada anak buahnya untuk melepaskan Bunga. "Dasar pengecut lo! Beraninya main keroyokan!" Tentang Bunga yang bikin Frena ngelus bulu keteknya, ehh sorry ngelus dadanya karena tingkahnya yang diluar nalar manusia itu. Bukannya minta maaf atau apa kek, yang bisa nenangin itu cowok, ehh malah Bunga nantangin gelut cowok berkuasa itu. "Nasib, gini amat ya, punya sahabat kayak lutung!" Keluh Frena lirih. Dia ngatain Bunga lutung. "Jadi, lo nggak tahu siapa gue?" Tanya cowok cakep, kekar, dan keren setengah mati di depan Bunga. "Nggak, lah!" Jawab Bunga jujur. "Emangnya lo siapa?" "Ck Ck Ck, lo itu cuman pura-pura nggak ngerti gue biar bisa deketin gue, kan? Sama kayak cewek yang lainnya???" Tuduh Cakra sambil melototin Bunga. "Gue emang nggak tahu lo siapa, anjir!" Protes Bunga sebel. Cakra merasa tertekan. Bagaimana bisa ada cewek yang nggak tahu dirinya di Jakarta ini? Padahal dia kan pewaris tunggal keluarga Maheswara , orang paling kaya satu Jakarta bahkan orang tuanya masuk jajaran orang terkaya se-Indonesia. "Gue Cakra Darius Maheswara! Kalo lo punya TV di rumah, pasti lo bakalan tahu nama itu!" Jelas Cakra sambil menyeringai. "Gue nggak nanya siapa nama lo!" Jawab Bunga bohong, aslinya dia emang pengen banget kenalan sama cowok ganteng tapi nyebelin ini sejak awal pertemuan mereka tadi. "Tapi....." Bunga mendadak ingat nama Maheswara. Dia ingat sesuatu tentang kata Maheswara. "Maheswara kan setau gue dia keluarga paling kaya di Jakarta? Sering masuk TV dan usahanya tersebar luas di Indonesia!" Ucap Bunga loading. Dia mendadak seperti pernah melihat wajah manusia di depannya ini. Wajah yang nggak asing, dan dia buru-buru tanya sama mbah google tentang Keluarga Maheswara, dan ternyata benar, cowok di depannya ini adalah putra mahkota pewaris tunggal Maheswara. Pantesan aja main di JPO aja sampai dikawal lima orang bodyguard. "Aduh, mampus gue!" Bunga sibuk neplakin jidatnya sendiri sambil meratapi nasib. Entah hukuman apa yang akan diterimanya karena sudah menendang p****t anak super kaya di Jakarta ini. "Lo udah ingat???" Tanya Cakra sambil berjalan ke arah Bunga. "Ehh, gue...." Bunga mundur tiga langkah dan dia mau berusaha kabur namun Cakra berhasil mencekal lengannya dan dengan mudahnya, dia membopong tubuh Bunga mirip kayak orang lagi bawa karung beras. Main di taruh di bahunya aja mentang-mentang Bunga kecil dan imut. "Dasar karung beras!" Ucap Cakra sambil mencibir. "WOY, LEPASIN GUE!!!" Teriak Bunga yang mulai panik itu. Dia takut aja kalo nanti bakalan disate sama cowok sengak ini. "TUNGGU!!!" Tiba-tiba saja Frena datang dan dia menghadang langkah Cakra and the gang. "Lepasin temen gue, atau, bawa gue sekalian!!!" Teriak Frena lantang. "Minggir, cecunguk! Siapa juga yang mau bawa lo?" Sahut Cakra sambil terus berjalan ke arah parkiran mobil. Bunga mendadak bengek. Dia pengen ketawa dengan kejadian barusan. Bisa-bisanya si munyuk Frena minta dibawa sekalian? Emang beneran sahabat sejati dia mah. Pantas mendapatkan penghargaan teman paling setia sejagat raya, ehh, kenapa nggak se alam semesta sekalian. BWAHAHAH.... Bunga ketawa ngakak, dan bikin Cakra heran. "Mulai gila lo ya?" "Gue emang gila, jadi lo nggak perlu repot-repot nyulik gue segala!" Sahut Bunga sambil pasrah berada dalam cengkraman Cakra yang seperti sedang memikul karung beras. Mereka tiba di jalan raya, dan mobil super mewah pun datang. Cakra langsung menjatuhkan tubuh Bunga di kursi belakang dan duduk bersamanya. "Cakra, please...Lepasin gue! Lo kan tahu sendiri kalo gue ini kurus kering!" Pinta Bunga memelas. "Kurus kering dari Hongkong! Lo itu gemoy kayak karung beras!" Sahut Cakra sambil terus heran dengan cewek di depannya. Bisa-bisanya dia meladeni cewek pluto nggak jelas kayak gini. Biasanya juga dia cuman ngomong satu atau dua kata doang, selebihnya diam, tapi sekarang??? Dia malah terlibat dalam permainan konyol ini. Bahkan sampai berniat membawa Bunga ke istananya??? "Enak aja lo ngatain gue karung beras! Berat badan gue kan cuman 45 kilo doang!" Bunga nggak terima dikatain karung beras. "Nggak masalah, segitu juga enak kalo disate!" Sahut Cakra asal yang membuat Bunga merinding. "Jadi, lo beneran mau nyate gue?" Tanya Bunga takut. Mobil pun melesat ke arah rumah Raden Cakra. "Siap-siap aja ya!" Sahut Cakra sambil mengacak-acak rambut Bunga dengan gemas. Para asisten Cakra sampai pada baper melihat tingkah tuan mudanya yang aneh banget hari ini. Si Pangeran Kulkas tiba-tiba saja berlaku sangat hangat pada anak itik. Ada apakah gerangan??? Apakah Raden Cakra hanya iseng doang? Dia butuh hiburan? Tapi kalo butuh hiburan itu harusnya healing ke luar negeri bukannya mainin anak orang. Mobil pun sampai di pelataran rumah keluarga Maheswara yang super megah bak istana kerajaan. Persis seperti di TV yang pernah Bunga tonton. Sekali lagi, Bunga mencoba untuk membujuk Cakra agar jangan membawanya masuk. Dia takut dipotong kakinya gara-gara nendang p****t Cakra tadi. "Raden Cakra yang baik hati dan tidak sombong, tolong maafin gue!" Mohon Bunga dramatis. "Udah telat!" Jawab Cakra secepat kilat. "Tunggu dulu!" Kejar Bunga sebelum Cakra keluar dari mobilnya. "Lo nggak bakalan potong kaki gue karena udah nendang p****t lo, kan?" Tanya Bunga dengan wajah yang super gemesin. Sontak saja hal ini membuat Cakra menahan bengeknya tapi dia mati-matian untuk menahannya karena gengsi dilihat sama para asistennya. "Gue bakalan lakukan apapun, asalkan lo jangan potong kaki gue! Kaki gue ini kecil dan mungil, lo tega mau motong kaki gue?" Mohon Bunga ketakutan. Dia kebanyakan nonton film mafia sampai kecanduan makannya pikirannya sampai sekacau ini. Hal ini menarik perhatian Cakra. Dia seperti punya mainan baru. Raden Cakra mendadak masuk kembali ke dalam mobil dan berbisik di telinga Bunga. "Apapun itu???" Bisik Cakra mesra di telinga Bunga yang membuat Bunga menelan ludahnya karena merasa panas dan salah tingkah berada dalam satu mobil dengan jarak wajah sedekat itu dengan cowok tampan di depannya. Apakah Bunga berhasil bernegosiasi dengan Cakra??? Dan apa sih sebenarnya tujuan Cakra yang selanjutnya??? Simak di bab berikutnya. ❤️Kepincut Pangeran Kulkas❤️
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN