1.Cogan di JPO Instagenic
"AWAAAS......!!! MINGGIR!!!"
Teriak seorang cewek cantik yang mengenakan baju olahraga panjang itu dengan sangat keras.
Dia terlihat sedang mengendarai sepedanya namun sepertinya keadaan sedang tidak baik-baik saja karena ugbhicmendadak remnya blong.
Sontak saja hal ini membuat semua pengunjung di JPO Pinisi Karet Sudirman berlarian untuk menghindari tabrakan.
"AWAAAAAS!!!"
Teriak cewek cantik dan imut itu lagi sambil terus berusaha untuk mengendalikan kecepatan laju sepedanya yang semakin susah untuk di rem.
HUWAAAAA.....
GEDUBRAK!!!
Akhirnya cewek berambut panjang dengan wajah sangat ayu khas Indonesia itu pun menabrak pinggir jembatan dengan keadaan yang mengenaskan.Rambutnya sampai acak-acakan.
Dan sialnya lagi, bukannya pada nolongin, pengunjung yang bejibun itu malah sibuk video in kejadian barusan.
Anehnya, ada seorang cowok yang diam mematung sambil melihat ke arah pemandangan indah yang memang sangat mempesona saat senja tiba di JPO Pinisi Karet Jenderal Sudirman ini.
Dia sama sekali tidak melirik ke arah cewek yang jatuh dari sepeda barusan, padahal jelas-jelas, cowok itu berada disampingnya dan nyaris saja tertabrak tadi.
HUFFT.
Zaina Qiana Bunga menghela nafasnya panjang.
Kok ada ya manusia model kayak gini???
Diam dan anteng-anteng wae saat orang lain sedang kesusahan???
Boro-boro nolongin kek atau gimana gitu, melirik pun sama sekali tidak. Tatapannya juga sangat fokus pada keindahan alam yang terbentang di depan sana.
"Dasar budeg!"
Umpat Bunga sebel.
"Gue udah usaha biar nggak nabrak dia, ehh malahan anteng-anteng wae bukannya nolongin kek, atau gimana gitu! Tahu kayak gini mah gue lindes aja sekalian!"
Kini omelan Bunga semakin parah.
Cowok yang lagi disindir Bunga pun mendadak memandang ke arah Bunga.
Suasana mendadak berubah drastis. Bunga-bunga seperti sedang bermekaran karena wanginya sampai kesini, burung-burung juga seperti sedang berkicau merdu, dan keindahan ini begitu sempurna saat Bunga menatap kembali manusia di depannya.
"Subhanalloh, ganteng banget ya?!"
Tanpa sadar, Bunga malah sibuk mengagumi cowok di depannya.
"Boleh gue karungin, terus gue bawa pulang, nggak sih?"
Ucap Bunga gila.
BLETACK!!!
Bunga mendadak sadar dari lamunannya yang indah saat ada jitakan maut dari Frena, teman satu kelasnya yang tergopoh menyusulnya.
"Lo gila, ya?"
Bisik Frena sebel.
"Fren, gue nggak kuat lagi! Gue jatuh cinta sama cowok ini!"
Bisik Bunga yang masih terdengar sangat jelas oleh cowok di depannya itu.
Namun tidak ada respon sama sekali. Tidak ada kata-kata maaf atau basa-basi apapun yang keluar dari mulut cowok super ganteng ini.
Dia malah kembali melanjutkan aktivitasnya memandangi cahaya indah sang surya yang mulai menghilang kembali ke peraduannya. Cahaya matahari tenggelam itu sangat indah dengan cahaya yang terpancar dari balik gedung-gedung pencakar langit Jakarta.
"Mana ada, orang jatuh cinta secepat itu, anjir?"
Protes Frena gondok setengah mati.
"Ayo pulang! Udah mau maghrib!"
"Tunggu!"
Teriak Bunga nggak rela jika dia harus meninggalkan cowok sebening kristal di JPO Instagenik ini.
"Gue pengen bawa dia pulang!"
Ucap Bunga gila. Dia kesengsem berat sama cowok yang awalnya dia maki-maki budeg dan mau dia lindas pula.
"Gila emang lo ya?"
Frena mencoba bersabar dengan tingkah sahabatnya yang cantik tapi emang agak gila ini.
Karna si cowok ganteng itu sama sekali tidak menggubrisnya, akhirnya Bunga pun perlahan beranjak pergi.
Baru setengah perjalanan sambil menuntun sepedanya, tiba-tiba saja JPO yang dilengkapi fasilitas cctv serta sensor beban pada anjungan untuk keamanan ini berbunyi secara otomatis yang tandanya pengunjung melebihi kapasitas.
Tapi dasar emang gila si Bunga, bukannya pergi meninggalkan tempat ini untuk mengurangi beban pengunjung, dia malahan berlari kembali ke arah tempat dia dan cowok tadi bertemu.
"Lo dimana???"
Teriak Bunga sambil celingukan mirip monyet yang sibuk nyariin pisang. Dia langsung galau karena tidak bisa menemukan cowok tadi.
"Duuh, pake hilang segala, lagi! Mana gue belum sempat tanya namanya siapa!"
Keluh Bunga sedih.
Namun saat dia membalikan badan dengan kecewa, tiba-tiba saja dia dikagetkan dengan seseorang yang sudah berada tepat di depannya dengan jarak yang sangat dekat.
Jelas aja kepalanya langsung kepentok tubuh kekar manusia di depannya.
"Awww!!!"
Bunga mendongak dan shock melihat orang di depannya saat ini.
Akhirnya Bunga mendapatkan apa yang dia cari sejak tadi. Cowok itu sekarang ada di hadapannya.
Tapi lagi-lagi cowok itu hanya terdiam sambil memandang Bunga dengan sadis.
"Jangan melotot gitu, kenapa sih?"
Protes Bunga agak takut karena tatapan cowok ganteng di depannya ini sangatlah tajam setajam silet.
Tidak ada respon.
"Lo bisa ngomong nggak sih???"
Bunga mulai emosi.
"NGOMONG DONG! JANGAN DIEM-DIEM BAE!!!"
Teriak Bunga kebakaran jenggot.
"Ondee Mandeee....Sebenarnya fungsi mulut lo buat apaan? Cuman buat hiasan doang?"
Bunga dari tadi nyerocos sendiri.
"Lo ganteng sih, tapi sayangnya nggak bisa ngomong!"
Jeplak Bunga sambil beranjak pergi.
"Percuma ngomong sama patung!"
Tambahnya semakin menjauh.
Tiba-tiba saja cowok itu mengejar Bunga dan tanpa di duga, dia mengulurkan jaket putihnya.
"Ini buat gue???"
Tanya Bunga bloon.
"CUCI!!!"
Ucap cowok itu singkat.
"Kok lo nyuruh gue buat nyuci ini sih? Lo pikir gue babu lo?"
Kini Bunga mulai jengkel.
Rasanya pengen banget nyakar-nyakar muka cowok di depannya saat ini.
Beneran gondok setengah mati.
"Lo harus tanggung jawab!"
Sahut cowok itu sambil berlalu.
"Ehh sorry ya, gue nggak hamilin lo, Bambang! Kenapa juga gue musti tanggung jawab?"
Protes Bunga sebel.
"Karena ada noda merah di jaket gue!"
Tunjuk cowok ganteng tapi nyebelin itu sambil menunjukan bekas lipstik di jaket putihnya.
"Etdah burung unta, paling cuman kayak gitu doang sih, di lap pake tissue juga hilang!"
Teriak Bunga emosi.
Sumpah dia berharap bisa jadi ular nagin atau ular jadi-jadian terus telan hidup-hidup cowok di depannya.
"Ini najis mugholadzoh buat gue!"
Ucap cowok itu dengan santainya.
"Apa lo bilang???"
Ulang Bunga yang sudah tidak tahan lagi dengan gesreknya manusia di depannya.
"Lo nggak budeg, kan?"
Jeplak cowok itu tanpa dosa.
"RASAKAN INI!!!"
MMMMUACHHHHT.....
Bunga mendadak gila dan sengaja mencium pipi kanan cowok ganteng itu.
"LO GILA, YA?"
Teriak cowok itu marah.
Dia mendadak memanggil para asistennya untuk segera menghapus bekas ciuman di pipinya itu.
"Mau gue tambahin???"
Ancam Bunga galak.
"Cantik-cantik tapi m***m!!!"
Ucap cowok cool itu lalu kini benar-benar pergi meninggalkan Bunga.
Nafas Bunga ngos-ngosan karena memendam dendam kesumat, dia sudah tidak tahan lagi dan akhirnya....
BRUAGK!!!
Bunga menendang p****t cowok sengak di depannya itu hingga dia jatuh tersungkur di jembatan.
"RADEN CAKRA???"
Teriak para asisten cowok tengil itu panik.
Mereka memandang Bunga dengan marah dan....
Selanjutnya
❤️Kepincut Pangeran Kulkas❤️