Bab 36

1092 Kata

Mendengar perkataan Rayhan membuat kakiku seakan terkena tebasan pedang. Aku segera mencengkeram pundaknya erat, "Ulangi perkataanmu! Tolong!!" "Maafkan, aku. Maaf," jawabnya lirih. "Bukan itu yang ingin kudengar! Ulangi perkataan yang tadi!" Aku memaksanya bicara. "Pak Adam telah memutuskan untuk membatalkan pernikahan ini!" Kini Rayhan mengulangi perbuatannya itu dengan jelas terdengar oleh telingaku. Apa dibatalkan?? Lantas bagaimana nasibku jika dibatalkan? Harus siapa yang harus aku jadikan Muhallil? Badanku seakan tidak bisa digerakkan. Jiwaku melayang kosong entah kemana. "Maafkan aku," lirih Rayhan. "Tamunya kok malah berdiri di sini. Nak Rayhan masuk sini!" Titah Abah yang ternyata memperhatikan kita dari tadi. Rayhan mengikuti Abah masuk ke aula utama. Sementara aku ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN