Dengan hati risau, Sultan terus berjalan maju mundur untuk menghilangkan kegelisahan. Meskipun dia merupakan pria dewasa, tapi tetap saja merasa bimbang dan gundah gulana ketika dihadapkan dengan yang namanya cinta. Apalagi Sultan sangat sensitif dengan cinta pertamanya. Sinta adalah cinta pertama Sultan. Walaupun Sinta sendiri sudah pernah menikah, namun Sultan tetap setia menantinya dan menyambungkan kembali dengan ikatan cinta. Tidak ada satu pun wanita yang bisa mendekat Sultan, pria dingin bak kulkas bernyawa itu akan memandang rendah setiap wanita yang berusaha untuk mendekatinya. Tapi kini, akhirnya cinta itu berlabuh. Dengan penuh percaya diri, dia bertekad untuk melamar Sinta. Meskipun dia sendiri tidak yakin, tapi hatinya percaya kalau Zia bukanlah wanita penghambat hubungan

