Bab 39

1161 Kata

Aku juga merasakan hal yang sama. Nama Sultan ini tidak terdengar asing. Siapa sebenarnya? Abah. Ya, Abah pasti tahu mengenai orang ini. Sebaiknya aku tanyakan langsung ketika pulang dari sini. "Terus rencana kita bagaimana?" tanyaku berbisik kepada ustadz Rahman. "Kita tunda dulu, saja. Tidak mungkin juga kita bicara diwaktu seperti ini," jawabnya. Aku menghela nafas berat. Hatiku sudah tidak sabar untuk memilikinya kembali. Kenapa malah seperti ini? Bukan ini yang aku inginkan. "Jangan mengada-ngada dan jangan fitnah Renata dengan cara keji kalian seperti ini," geram Rey. ’Untungkah Rey tidak jadi Muhallil. Aku takut dia akan menyakiti Sinta.' batinku lega. ”Maaf, sebaiknya kita pulang saja. Soalnya ini permasalahan keluarga," ucap ustadz Rahman tidak enak hati dan seketika juga m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN