Bab 40

1142 Kata

”Sah." Kata yang satu ini sudah lama aku impikan. Beberapa bulan lalu aku resmi menjadi menantu kiyai. Seorang pemimpin sekaligus pemilik pondok ternama dan terbesar. Bahkan banyak cabangnya. Apakah ini kebetulan? Tidak. Bahkan semua ini terlalu naif jika dikatakan rencana Tuhan. Karena ini adalah rencana yang kita rencanakan. Ibarat melangkah di atas ranjau. Setelah penantian yang panjang dalam waktu yang sangat lama. Akhirnya ini berhasil dilakukan. Bahkan aku tidak perlu bersusah payah untuk menyingkirkan istri pertamanya. Entah karena Mas Fahmi b*doh. Atau karena dia yang terlalu percaya dan rasa cintanya padaku yang teramat besar. Yang jelas semua itu membuat jalanku semakin mulus. Sangat lancar. Tanpa perlu bersusah payah, aku sudah mendapatkan buah hati dari orang yang dulu ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN