Bab 41

1127 Kata

Untuk kali ini aku mendukung Zainab. Pertanyaannya langsung membuat Janah seakan kehilangan bibir untuk berucap. Aku masih menunggu dengan tenang bagaimana Janah akan menjawab pertanyaan Zainab kali ini. Ayolah, Janah segara jawab. Karena cepat atau lambat, rencana busuk kalian tetap akan terbongkar. Detik demi detik berlalu tapi yang ada hanyalah keheningan. Padahal aku sangat berharap semuanya berakhir di sini. Yang paling membuatku marah dan rasanya ingin sekali mengusirnya ketika dia mengatakan 'Sinta mandul'. Padahal dia sendiri sudah mengetahui bahwa aku yang mandul bukan Sinta. Tapi ustadz Rahman dan ustadz Zen curiga kalau Janah dan ustadz Hanafi hanya asal menebak. Sebenarnya mereka tidak tahu kalau aku yang mandul. Mereka hanya ingin menyebarkan isu dan membuatku tidak bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN