William tidak tahu apa yang membuatnya sore ini berdiri di depan pintu penthouse Beby. Dia kemudian menunduk, menatap sebuket bunga matahari di genggamannya dan juga segelas cokelat hangat dari salah satu café ternama yang ada di daerah gedung penthouse mereka. Namun William tak kunjung menekan bel intercom dihadapannya. Dia ingin bertemu Beby lagi, tapi di sisi lain juga tidak ingin menganggu Beby. Semalam dia hanya bisa diam dan menjadi sandaran Beby ketika wanita itu terus saja menangis tanpa mau mengatakan sebab dari tangisannya itu. Satu hal yang William tahu, bahwa Beby sedang terluka karena suaminya. Entah mengapa dia hanya merasa sama. Merasa memiliki teman dalam perasaan yang terluka ini. Dan tadi malam tangisan Beby terhenti ketika wanita itu bahkan sampai tertidur karena ter

