10 "A-aku mau kita putus." Gadis mengucapkan kalimat itu dengan nada bergetar dan tangan memilin jari. pandangannya terarah pada meja diruang tamu dan sama sekali tidak berani menatap Juna sedikitpun. Gadis akhirnya menyuruh Juna masuk, setelah tadi cowok itu tetap bersikeras untuk meminta penjelasan akan sikap Gadis yang tiba-tiba menjadi seperti ini. Sumpah demi apapun. Kalimat yang barusaja dilontarkan Gadis padanya, benar-benar sebuah kalimat yang teramat sangat menyakitkan untuk didengar Juna. Hatinya seakan tersayat bercampur dengan luapan emosi yang tengah berusaha keras ditahannya. Juna sadar. Jika saat ini Juna menyelesaikan masalahnya dengan emosi hanya karena sebuah kalimat yang diucapkan Gadis barusan, tentunya itu akan membuat masalah diantara keduanya tidak akan selesa

