35

1862 Kata

35  Netra Gadis mengerjap, seiring cahaya mentari pagi yang masuk melalui celah jendela apartemen tersebut. "Udah bangun?!" Gadis tersentak sedikit terkejut, saat mendengar suara itu. Ia menoleh⸺mendapati Dewa yang baru saja datang dengan semangkuk bubur hangat di tangannya. Dewa mendekatinya, lalu duduk di tepi ranjang, "Lo harus makan ini, supaya lo bisa minum obatnya." Semalam saat Gadis pingsan dan selesai mengganti pakaian Gadis dengan yang lebih kering, Dewa segera menghubungi dokter untuk memeriksa keadaan Gadis. Dokter memberikan beberapa resep obat yang langsung ditebus oleh Dewa diapotik terdekat. Gadis mengerutkan kening. "Minum obat? Memangnya aku sakit?" Dewa justru bertanya balik, "Lo nggak inget? Semalam kan lo pingsan waktu baru sampai sini." Gadis berusaha menginga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN