34

1666 Kata

34 Arman membuka pintu rumah. Ia melangkah keluar, membuang puntung rokok yang masih menyala lalu menginjaknya. Kepalanya mendongak menatap langit gelap saat merasa udara malam yang cukup dingin menembus jaket kulit yang dikenakannya. "Kayaknya mau ujan nih." Tangan kirinya terangkat naik⸺melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya dan berujar, "Masih setengah jam lagi. Gue tinggal beli makan dulu lah." ia lantas menutup pintu rumah dan mengunci sebelum akhirnya pergi ke warung makan terdekat untuk mengisi perut. Seseorang yang belum lama tiba dengan motor terparkir tak jauh dari rumahnya, nampak menunduk⸺menarik topi depannya untuk menutupi wajah, saat menyadari akan berpapasan dengan si pemilik rumah tersebut. Arman sempat memelankan langkah saat akan melewatinya. Netranya me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN