"Kamu yakin kalau Savira hamil anak kamu?" Sepasang alis Arsen langsung menukik tajam, dia menatap May dengan ekspresi tak terima. "Ngomong apa kamu?" May berdecih meremehkan, "Kamu lihat kan tadi? Savira punya pacar, jangan-jangan dia hamil anak pacarnya." Genggaman tangan Arsen pada roda stir langsung mengeras, pun dengan rahangnya mengetat. "Jangan sembarangan kalau bicara, May." "Kamu jangan terlalu belain dia, Mas. Kita tuh enggak sepenuhnya kenal Savira, kita enggak tahu pergaulan dia dan gaya dia berpacaran itu seperti apa." "Kamu lupa kalau sebelum menikah, Mama ngajak Savira untuk medical check-up? dia juga diperiksa keperawanannya, dan terbukti Savira masih virgin. Dia juga bebas dari penyakit kelamin menular, jadi sudah pasti dugaan kamu salah." Tangan May terkepal, jelas

