Savira pernah membaca sebuah kutipan yang berbunyi; Manusia bisa berencana, namun Tuhan yang memiliki kehendak. Sebuah kalimat yang memiliki bukti nyata dalam hidupnya. Semua rencananya hancur dan berjalan tak sesempurna yang dia bayangkan. Apakah ini karmanya karena dia sudah memainkan makna pernikahan? apakah ini karma karena dia telah menyakiti hati May selaku istri pertama Arsen, dan apakah ini karmanya karena berniat mendzolimin darah dagingnya sendiri bahkan sebelum keturunannya itu lahir ke dunia. Savira berhak untuk bersedih karena kepergian calon bayinya, tapi Savira juga merenungi bahwa ini terjadi bukan semata-mata karena Tuhan memberinya cobaan. Barangkali ini sebuah teguran karena dirinya yang terlalu abai dengan larangan Tuhan. Seminggu sudah berlalu sejak kejadian itu,

