Chapter 34 : Berbohong.

1245 Kata

Bau masakan bercampur dengan bau seduhan kopi menguar di kantin mahasiswa siang itu. Ruangan kantin juga sudah penuh dengan hirup pikuk mahasiswa yang hendak mengisi perut mereka yang sudah bertalu-talu. Aira sedang mengantri di barisan untuk membeli makanan prasmanan yang dijual di kantin. Perutnya pun sudah minta diisi. Dengan memakai kemeja lengan panjang berwarna putih dan rok jeans biru tua sedikit di atas mata kaki, tote bag mencangklong di bahu kanannya Aira asik membalas chat dari suaminya. Suaminya kembali memintanya bertemu setelah satu bulan tidak bertemu sejak bulan madu mereka di Singapore. Ziyad memintanya untuk terbang ke Singapore akhir pekan ini. Sebenarnya Aira keberatan, tapi karena jika Aira tak pergi ke Singapore, maka suaminya itu akan datang menemuinya di Indonesia.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN