Chapter 33 : Nama-mu "Piedra"

1676 Kata

“Hi.” Sapa gadis itu pada Aira. “Baru ya..?” tanyanya lagi. Ketika Aira melewati satu kamar, yang kemungkinan besar adalah kamar gadis itu sendiri. Rambutnya curly, panjang dan dilepas begitu saja, membuatnya kelihatan lebih exotic, ditambah lagi hidungnya yang lancip tinggi menambah kecantikannya. Gadis itu berdiri di depan pintu kamarnya yang terletak tepat bersebelahan dengan kamar Aira. “Hi juga.” sapa Aira sambil lalu melewati gadis itu. Ditemani Mbak Lina yang mengantarkan Aira ke depan pintu kamarnya. Mbak Lina membukakan pintu kamar Aira. Aira memasukkan barang-barangnya dibantu oleh mbak Lina. Sambil memasukkan koper-kopernya ke dalam kamarnya, Aira menoleh pada gadis itu yang telah mengikutinya hingga ke depan pintu kamar Aira. Aira tersenyum pada gadis itu. Gadis itu hanya mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN