Aira mengolah bahan-bahan masakan yang tadi ia beli. Ia tak mau membuat makanan yang sulit, hanya nasi goreng seafood. Melihat Aira sibuk di dapur, suaminya itu mendekat, dan berkata “boleh saya bantu ?” Pria itu tak membiarkan istrinya kerepotan sendiri. Mengerjakan segala sesuatunya bersama-sama adalah kesenangan baginya “Kebetulan sekali tuanku, sebenarnya aku tidak terlalu pandai di dapur.” Jawab Aira. Melihat itu Ziyad tersenyum simpul, ia menyadari perempuan yang baru jadinya istrinya ini masih muda sekali dan pasti tidak handal di dapur. Tapi ia tidak keberatan. Melihat suaminya tersenyum simpul, Aira berusaha menjelaskan seakan-akan bisa membaca apa yang ada dalam kepala Ziyad. “Hmm.. aku memang tidak biasa di dapur, aku hanya sesekali membantu ibu membereskan barang belanja

