“Nyonya.” Bibi Sumi melihat kepiluan dari raut wajah Alma. Air mata begitu cepat menguap sampai meleleh di pipi putih kemerah-merahan itu. Telinga Bibi Sumi sangat jelas mendengar semua yang diucapkan majikannya lewat sambungan video call, yang pada dasarnya suaranya nyaring dan Alma tidak menggunakan earphone. “Aku baik-baik saja kok, Bi.” Alma memaksa untuk tersenyum seraya mengusap air mata. Jujur saja, Bibi Sumi baru beberapa hari ini masuk ke dalam masalah majikannya karena Alma sendiri yang curhat. Sebelumnya dia sama sekali tidak tahu dasar pernikahan yang mengikat keduanya. Namun, Bibi Sumi dapat merasakan kepiluan yang dirasakan oleh Alma. Siapa yang tak sakit hati ketika mendengar suami menyamakan kita dengan p*lacur? “Bi, terima kasih sudah mau beli test pack-nya. Saya ke k

