Juanda mencoba membuka pintu kamar Alma sekali lagi, usahanya tetap gagal karena masih tetap terkunci dari dalam. Dipanggil tak ada yang menyahuti, mau buka dengan kunci cadangan pun tak tahu dia letakkan di mana. Di saat seperti ini otaknya malah nge-blank. Cara satu-satunya dia harus menerobos masuk secara paksa. Tapi dia tak sanggup harus mendobrak pintu kamar yang terbuat dari kayu berkualitas dan kunci pintu pun bukan sembarangan kunci, semuanya memiliki kualitas terbaik. Di saat seperti ini dia mendadak kepikiran harusnya tinggal di rumah sederhana saja biar pintu bisa didobrak sembarangan. Tapi ini bukan saatnya untuk meratapi, Juanda punya ide lain untuk menerobos masuk ke dalam kamar Alma. Dia pergi ke gudang untuk mencari linggis lalu naik ke atas balkon kamar Alma dengan tan

