Mentari kembali menampakkan sinarnya. Ray terbangun sendiri, menatap Faris yang baru saja membuka pintu kamarnya. Gadis itu melangkah menuju kamar mandi, menatap pantulan wajahnya dicermin. "Ca," panggil Faris. "Sini, abang pengen peluk," lembut Faris mendekap adiknya. "Jaga diri, ya..." ucap Faris membuat Ray mengangguk. Beberapa saat kemudian, Ray sudah tiba di sekolah dan untungnya hari ini tak ada wartawan yang menghadangnya. Gadis itu berjalan sendiri tanpa menghiraukan sapaan orang- orang. "Ray," panggil Rio membuat Ray menoleh pada pemuda itu. "Perasaan gue nggak enak," ucap Ray membuat Rio terdiam. "Tenang, ada gue. Markas juga selalu siaga buat ngelindungin elo," balas Rio. Ray tersenyum hingga mereka tiba di kelas. Hari ini jumlah siswa yang masuk kelas semakin sedikit.

