Ray tiba di gedung tempat latihan yang dikatakan Rio. Faris mendampinginya karena takut adiknya mendapat hal yang tidak ia inginkan. "Selamat malam," sapa Paul pada Ray, Rio dan juga Faris. "Keren..." puji Faris dengan tatapan tak percaya. "Silahkan duduk," ucap Dimas, salah satu anak buah Paul. Mereka duduk menghadap meja bundar, Paul menyalakan layar besar yang menunjukkan tayangan CCTV sekolah saat seseorang menaruh bom di dalam tempat sampah, tepatnya pada malam hari, dimana seseorang itu mengenakan seragam satpam SMA Samudera. "Ini jelas bukan satpam sekolah," ucap Faris diangguki Ray. "Dia adalah musuh yang menyamar," jelas Paul. "Kami juga sudah mengumpulkan informasi, musuh akan melakukan p*********n besar-besaran. Sayangnya, kami belum tahu kapan hal itu terjadi," ucap Dima

