39

1014 Kata

"Selamat siang CEO Samudera," sapa Sean dengan santai masuk keruangan Faris tanpa mengetuk pintu. "Berkas yang disana, cepat seleksi!" tunjuk Faris hanya dengan dagunya. "Buset, gue baru datang langsung disuruh-suruh. Tawarin kopi kek," keluh Sean mendekati berkas-berkas tersebut. "Bagas mana? Emang kebiasaan telat, tuh anak!" ucap Faris tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop. Sean menghela napas mengurungkan niatnya untuk mengurus berkas-berkas itu. Ia melangkah menghampiri Faris kemudian menarik pelan laptop temannya itu. "Santai, jangan panik. Lo masih terlalu muda buat marah-marah," kekeh Sean. Faris memijat pelipisnya kemudian melonggarkan dasinya. "Buatin kopi, tiga." Ucap Faris bersuara lewat telephone yang ada dimejanya. Pintu terbuka, Bagas tiba dengan pandangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN