Alif berjalan bersama teman-temannya menuju kelas setelah menyantap makanan di kantin tanpa kehadiran Ray. "Si culun mulai belagu!" "Iya, berani-beraninya satu meja sama Faris." "Gue aja nggak pernah jalan bareng sama Kay!" Alif hanya diam mendengarkan ocehah siswa-siswi, yang memang begitu setiap harinya. Gavin dan Dika sempat berpikir, apakah Alif menikmati hari-harinya sebagai fake nerd, atau malah merasa tersiksa. "Ray nggak ada," ucap May menatap kursi Ray yang masih kosong. "Saya nyari Ray dulu." Alif langsung pergi, dan teman-temannya melanjutkan langkah menuju kursi masing-masing. "Ray!" Seketika seorang gadis yang tengah duduk sendiri di rooftop sekolah menoleh. "Ayo masuk kelas," ajak Alif mendekati gadis itu. "Duluan aja," jawab Ray setelah Alif duduk disampingnya. "S

