83

1926 Kata

Mereka terus berada dalam posisi dan situasi itu selama beberapa menit. "Maaf," ujar Rey seraya menundukkan kepalanya ke bawah. Dia adalah orang pertama yang mengalihkan pandangan. "Ngga, gue yang harusnya minta maaf karna lagi-lagi kebawa emosi dan berkata kasar," Nadia balas meminta maaf. Setelah diomeli oleh Oca tadi siang, Nadia jadi sedikit melunak. Belum pernah dia mendapat omelan seperti itu sebelumnya. Biasanya, orang yang mengomelinya selalu bernada sinis dan juga mencerca serta mencemo'oh. "Aku maklum kenapa kamu seperti itu, keluargamu berantakan dan kamu bahkan tidak tau siapa ayah mu. Jadi wajar rasanya jika kamu menjadi anak nakal yang kurang-ajar. Tapi tolong berubah!" "Bersikap angkuh padahal manusia rendahan, dasar anak haram yang ngga tau sopan-santun! Gue bilang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN