84

2331 Kata

"Gue duduk di sini bukan karna Emma melainkan karna diri gue sendiri," terang Nadia. "Maksudnya?" "Bukan Emma yang bermasalah, tapi gue. Gue ngga terbiasa tinggal sama orang lain apalagi tidur di ranjang yang sama. "Gue tadi udah tidur, tapi karna Emma ngga sengaja meluk gue pas dia tidur, gue jadi kebangun dan ngga bisa tidur lagi. Jantung gue berdegup kencang dan kepala gue juga jadi terasa pusing ngga karuan." "Rasanya, hati gue kerasa nyeri, Rey. Makanya gue keluar buat nyari angin karna gue sempat kesulitan bernafas tadi." "Gue tau itu kedengaran konyol. Tapi emang kayak gitu faktanya. Gue ngga bisa tidur sama orang lain karna hal itu bakalan bikin gue susah nafas." "Kok bisa kayak gitu sih?" "Karna rasa takut," jawab Nadia. "Maksudnya?" "Gue udah bilang kan waktu itu sama l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN