"Jadi, siapa nama lo?" tanya Nadia, mengulangi pertanyaannya. "Rey! Nama aku Rey! Reynaldo Alfian!" jawab Rey dengan bersemangat. "Oke. Rey, izinin gue nanya satu hal sama lo." "Silahkan." "Lo kenapa masih tetap milih gue buat jadi pelindung lo padahal lo tau sendiri kalo gue bukan orang yang tepat untuk itu?" "Maksudnya?" Rey mengernyitkan keningnya. Dia sama sekali tidak mengerti apa maksud dari perkataan Nadia itu. "Ngga usah pura-pura lagi. Gue ngga suka orang palsu yang berbohong. Gue tau lo ngedeketin gue bukan buat temenan melainkan buat nyari perlindungan." "Maksud aku, kenapa kamu bilang kamu bukan orang yang tepat buat jadi pelindung aku?" jawab Rey. Dia sudah tidak lagi memiliki niatan untuk menyembunyikan tujuan utamanya itu dari Nadia. "Karna itu fakta." "Atas dasar a

