25

1767 Kata

Keesokan harinya, Nadia terbangun dari tidurnya ketika alarm ponsel dengan berisik membangunkannya. Matanya mengerjap-erjap kemudian menatap ke arah sekitar. Bersih dan wangi, itulah yang mata dan hidungnya lihat serta rasakan saat ini. Pemandangan sampah plastik yang biasa dia lihat dan bau apek yang cukup menyengat indra penciuman kini tidak lagi dia rasakan. Nadia suka ini. Dia suka ketika ruangannya bersih tanpa harus dia bersihkan. Dengan langkah yang sedikit linglung, Nadia bangkit dari atas ranjangnya menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri. Meskipun dia pemalas, dia tidak pernah absen untuk mandi di setiap harinya meskipun hanya sekali sehari. Setelah selesai. Dia langsung mengganti baju dengan kaos oblong dan celana boxer selutut karna hari ini dia di skors. Pran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN