132

2117 Kata

Nadia berdiri dengan santai di tempatnya. Tidak ada sedikit pun rasa takut di wajahnya saat melihat Jery yang mulai mendekat bersama para siswa lain yang juga ingin menghajar dirinya. "Main keroyokan, benar-benar kayak seorang pecundang. Maju lo semua! Gue ngga takut buat ngadepin tikus-tikus kecil kayak kalian!" ujar Nadia, seraya memasang kuda-kuda bertarung. Dia siap bertarung dan mendapat hukuman. "Gue bakalan ancurin keangkuhan lo itu sekarang!" tinju Jery terayun ke arahnya tapi Nadia segera menangkis dan balas menendang perutnya menggunakan lutut. Di lain sisi, para siswi perempuan yang membencinya datang dari arah yang berlawanan dan langsung menjambak rambut panjang Nadia yang dikuncir satu namun acak-acakan. Nadia sedikit terhuyung ke belakang dan itu membuat celah kepada si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN