Suasana menjadi heboh dan seisi kelas menjadi ricuh di buatnya. Tidak ada yang datang membantu Emma. Mereka semua sibuk menyoraki dan mendukung orang yang menjambak rambut Emma itu sambil memvideokan nya seolah-olah itu adalah sebuah tontonan yang lucu untuk di lihat. "Lepasin rambut gue, Fi! Sakit!" pinta Emma memohon. Dalam situasi ini, dia masih tetap mencoba untuk menahan diri agar jangan sampai meledak-ledak dan terbawa emosi. Dia berusaha untuk tetap berpikir bijak dalam mengambil tindakan serta sikap di dalam siatuasi ini. Karena, sedikit saja tindakannya salah, semuanya akan berubah menjadi semakin kacau. "Sakit lo bilang?! Lebih sakitan hati gue, Ma! Berani-beraninya lo permainin gue! Berani-beraninya lo nganggep gue lelucon! Liat aja, gue bakalan kasih pelajaran yang ngga aka

