Nadia memilih diam. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari dalam bibirnya untuk menjawab pertanyaan yang Rey lontarkan dengan nada panik dan khawatir di saat yang bersamaan. Dan secara perlahan, mata Nadia pun mulai berkaca-kaca sebab merasa malu karena tertangkap basah oleh Rey yang saat ini sedang menatap nya dengan rasa penuh khawatir. "Jawab aku, Nad! Kamu kenapa?! Kamu sakit?! Kenapa ngga bilang dari tadi?!" tanya Rey lagi secara beruntun dengan nada yang sedikit meninggi. Dia tidak dapat mengendalikan emosinya saat ini karena perasaan panik dan juga cemas sedang menguasai dirinya. Nadia menghirup nafas dengan dalam kemudian menutup mata. Membiarkan setetes air mata melewati pipinya. "Gue ngga papa!" jawabnya seraya menepis tangan Rey yang saat ini tanpa sadar mencengkram l

