Tubuh Rey membeku dan membatu. Pikirannya terasa kosong dan ekspresi blank pun seketika langsung tercetak di wajahnya saat ini karena mendengar ajakan Nadia itu. "W-wah..., kayaknya ada yang salah deh sama telinga aku. S-soalnya barusan aku tiba-tiba denger kamu ngajak aku pacaran," tanyanya dengan nada yang kembali grogi seperti tadi sambil tertawa konyol seperti seorang i***t. "Lo ngga salah denger kok, Rey. Gue emang beneran ngajak lo pacaran," terang Nadia, mengkonfirmasi kalau Rey tidak salah dengar. "Hah?" dia melongo. "Ini gue lagi mimpi apa gimana sih? Apa jangan-jangan yang ada di hadapan gue saat ini bukan Nadia? Apa dia punya kepribadian ganda?" Seketika, otak Rey langsung dipenuhi oleh banyak pertanyaan. "N-Nad, maaf kalo aku nanya pertanyaan yang ngga sopan kayak gini. T

