Senyum Nadia yang tadinya tipis kini semakin terlihat melebar saat mendengar pertanyaan Rey itu. Senyumannya terlihat begitu indah untuk di pandang. Jika saja Rey tidak sedang berada di dalam situasi yang mendebarkan dan menegangkan seperti ini, mungkin Rey akan kembali terhipnotis seperti semalam oleh senyuman itu. "Jawab aku, Nad. Kamu masih cinta dia?" tanya Rey, nadanya berubah lembut dan terdengar penuh keputus-asaan. Senyuman indah Nadia sama sekali tidak dapat mengalihkan rasa cemas dan rasa takut yang sedang menyerang hatinya. Dia takut menerima fakta yang mungkin saja adalah berita buruk untuknya. Mereka baru memulai. Jadi, wajar saja rasanya jika dia belum ingin merasakan kehilangan. Karna, meski pun semuanya terasa seperti omong kosong dan permainan, perasaan yang dia mili

