Minggu dini hari Pukul 02.30 Si pembunuh yang menyebut namanya adalah Aksan, meletakkan sepuluh jantung di meja ritual yang lengkap dengan nama-nama pemiliknya. Jantung pertama, Ganu. Jantung kedua, Ayit Jantung ketiga, Fajar. Jantung keempat, Dedi. Jantung kelima, Aksan. Jantung keenam, Takim. Jantung ketujuh, Sandi. Jantung kedelapan, Iwan. Jantung kesembilan, Batiar. Jantung kesepuluh, Bobi. Khusus untuk tiga jantung terakhir diperlakukannya secara istimewa karena merupakan organ baru yang didapatkannya dan belum dimasukkan ke dalam d**a Clara. Aksan tersenyum-senyum sendiri waktu melirik jantung yang dilabelinya dengan nama Aksan yaitu jantung kelima. Dia kemudian berpikir, bagaimana mungkin seseorang yang masih hidup bisa melihat jantungnya sendiri tergeletak

