Sabtu, pukul 11.00 Noto pun akhirnya dipanggil menghadap Komisaris Heri dan Detektif Dani. Dia gugup begitu tahu akan diinterogasi. Seharusnya, kalau memang dia merasa tak berbuat salah, kenapa harus was-was? Dani mulai curiga. "Saya hanya menjalankan perintah kok, Pak Detektif, tidak lebih," Noto buka suara. Dia tampak sangat gelisah seperti takut kedoknya ketahuan. "Ya tapi kan saya memerintahkan..." Dani memotong kalimat komisaris itu. "Maaf, Pak, tapi kali ini saya mohon Bapak diam saja mendengarkan. Biarlah saya yang bebas menganalisa orang ini." Komisaris langsung diam. Dani melanjutkan kepada Noto. "Apa yang komisaris perintahkan kepadamu?" "Saya disuruhnya menjemput Dokter Dedi untuk makan malam bersama. Kata Pak Heri, dia sudah lama sekali tak berjumpa dengan dokter it

