Takim

1224 Kata

Senin, pukul 07.20 Kokoh amat terkejut mendengar kematian Ayit. Padahal baru saja tadi malam mereka bertemu. Ada secercah penyesalan yang diam-diam timbul dalam dirinya. Kalau saja dia tidak menutup warnet itu lebih cepat mungkin Ayit masih hidup hingga sekarang. Satu pelanggan lagi telah ia kecewakan dan ini akan merambat ke pelanggan-pelanggan lain. Kenapa semalam dia tak berpikir sampai ke sana? Dia merangsek masuk di antara kerumunan warga Gunung Sari yang tumpah ruah di sekitar gang sempit. Dia masih tidak percaya dengan semua ini. Dia harus memastikan sendiri. Setengah tujuh tadi tetangganya mengabarkan bahwa Ayit mati secara sadis. Meski ingin sekali dia menolak kebenaran itu, tapi dia kemudian berpikir apa gunanya tetangganya menipu. Kokoh membekapkan telapak tangan kanannya k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN