Hidup dan Mati Adalah Pilihan

1041 Kata

Minggu, pukul 19.00 Dokter Dedi baru sadar bahwa tasnya tertinggal di rumah sakit. Bukan tasnya yang penting melainkan isinya yaitu bor. Dia tidak bisa menjalankan aksinya malam ini kalau tidak ada bor itu. Segera saja dia kembali ke rumah sakit. Namun ketika sampai di sana, dia sama sekali tak menemukan tasnya di ruang bedah. Satu-satunya yang bisa ditanyai saat ini adalah perawat, tapi apakah mungkin mereka tahu sedangkan tugas mereka bukan di area ruang bedah? Tampaknya salah jika memikirkan hal itu sekarang. Dugaan tentang kemungkinan-kemungkinan buruk hanya akan memperlambat seseorang dalam bertindak. "Suster tadi ada ke ruang bedah?" tanya Dokter Dedi kepada perawat yang menjaga ruang resepsionis. Suster itu menggeleng yakin. "Tidak ada, Pak. Kalau tidak salah Bapak tadi sud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN