Kedua mata Bisma melihat mata Alensky mengarah ke jendela di pintu itu, perlahan memutar setengah badannya ke sana, lantas menghela napas melihat Davka di sana. Dia segera mengembalikan tubuhnya ke depan, dipindahkan kepala Irma ke d*** Suster Ajeng. “Ajeng,” dia memanggil asistennya ini yang menghela napas karena ketahuan melihat ke jendela sehingga berani mengutarakan sakit hati ke Davka yang menyakiti Irma, “Temani Irma, saya mau ke toilet dulu,” ujarnya minta si suster menemani gadis malang tersebut. Irma segera menegakan kepala, “dokter, jangan tinggalin Irma,” entah kenapa dia menjadi ketakutan ditinggal Bisma, “Saya takut Mbak Yana kemari lagi.” Imbuhnya dengan wajah ketakutan. Bisma mengelus lembut wajah si nona, “Aku hanya ke kamar mandi, Irma.” Dijelaskan dia tidak meninggalka

