Bab 12 Luka Psikis Yang Berat

1972 Kata

Irma duduk bersandar di bed perawatan tampak mengangkat kedua tangannya, berusaha menghadapkan telapak-telapak di tangan itu di depan kedua matanya. Namun karena kedua matanya mengalami kebutaan, dia tidak tahu apakah kedua telapak tangannya sudah berada di depan ke dua matanya. Tidak lama dihentakan kedua tangannya karena kesal tidak berhasil melihat kedua telapak tangannya, bahkan tidak tahu apakah kedua tangannya sudah berada di depan mata dia atau belum. “Kenapa semua jadi begini?” terdengar rutukan kesalnya, “Ish, pasti karena Mbak Yana terlalu kuat memukuliku juga mencambak rambutku,” dia merasa kebutaan kedua matanya karena penganiayaan Iryana, “Huh, dia dari dulu kalau emosi, berubah jadi monster mengerikan,” desahnya ingat perangai buruk sang kakak saat emosi, karena pernah mend

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN