"Jangan menyebut nama pria lain dari masa lalumu. Forget him, then I will teach you how to love me." Dion meraih tengkuk Riana lalu kembali menempelkan bibir mereka. Detak jantung Dion bahkan berpacu lebih cepat dari kadar normal hanya karena bibir mereka bersentuhan. "Stop, Dion. Aku harus mengaduk sup yang belum matang. Kamu memangnya enggak lapar?" Riana melepas rangkulan tangan Dion dari pinggangnya. Lalu, membalikkan badan menghadap kompor dan mengaduk-aduk sup yang belum matang sedari tadi. "Udah dapat menu spesial dari kamu, Sayang. Sering-sering aja ya. Aku suka kok," jawab Dion sambil mengedipkan salah satu matanya. "Tergantung," balas Riana terkesan cuek tanpa menoleh ke arah Dion. Dia masih fokus mengaduk sup. "Hahaha, kalau kamu gak mau aku tetap maksa. Wajar lagi suami n

