Pagi ini suasana di dalam rumah tak jauh berbeda seperti hari-hari biasanya, terkesan masih kaku. Sudah tiga hari lamanya pasangan suami-istri itu diam satu sama lain akibat pertengkaran mereka terakhir kali. Riana tengah membantu Bik Weni memasak makanan untuk sarapan. Sedangkan, Dion berkutat dengan laptopnya di ruang keluarga sebelum berangkat bekerja. "Nak Riana, mukanya pucat. Apa lagi sakit?" tanya Bik Weni sopan. Riana menggeleng. "Saya baik-baik saja kok, Bik," balas wanita itu sambil tersenyum. Padahal rasa pusing di kepalanya dari kemarin masih sangat terasa hingga pagi ini. Tidur pun tak nyenyak. Tubuh Riana juga ikut lemas. "Wajah Nak Riana pucat sekali. Sebaiknya istirahat, biar Bibi saja yang memasak," saran Bik Weni. "Nanti saja, Bik," balas Riana menolak. Karena, menyu

