44

760 Kata

Dion pun memutus kontak mata di antara mereka mendadak. Hatinya terpukul. Maafkan aku, Dion. Maaf. Kamu tak boleh mengetahui alasan yang sebenarnya. "Apa penilaianmu tentang diriku hanya sebatas itu?" Dion bertanya. Raut kesedihan begitu menghiasinya. "Ya hanya sebatas itu. Tidak akan pernah lebih," Riana melayangkan kata-kata menusuk yang memang sengaja ia lontarkan. "Bisakah kamu melihat ketulusanku? Walau hanya sedikit, Riana." Semakin aku menyadari ketulusanmu maka ketakutanku juga bertambah. Aku takut menyakitimu lebih dalam dari ini. Batin Riana. "Ketulusan yang timbul karena perasaan itu bukan? Lantas seandainya jika saja kamu tidak memiliki rasa itu padaku? Apakah ketulusan tersebut akan tetap ada?" Giliran Riana yang memberondong Dion dengan pertanyaan bertubi. "Sejak perta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN