"Terima kasih, Riana," kata Dion tulus. Namun sayang, sang istri tidak mendengar ucapan-ucapannya sebab wanita itu hanyut dalam tidur yang nyenyak setelah puas menangis dan menumpahkan seluruh isi hati. Tangan kanan Dion kemudian meraih salah satu tangan milik Riana untuk digenggam erat beberapa saat. Saat ini, ia butuh kekuatan sang istri guna melengkapinya, karena membangun fondasi yang kuat dalam rumah tangga tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak saja. Setelah lima menit berlalu, Dion baru melepas genggaman tangannya dan beralih ke perut Riana yang kian hari mulai tampak membesar. Ia lantas menempelkan tangannya di atas perut wanita itu sambil tersenyum. "Selamat tidur, Sayang, lihatlah Ibumu tidurnya nyenyak. Baik-baik di sana ya, Nak. Ayah sayang kamu, Nak," ujar Dion masih de

