Di depan Riana, terpampang sebuah bangunan vila bergaya minimalis. Arsitektur dari bangunan vila ini tak asing baginya. Ia pun menghela napas untuk menghilangkan kegugupan yang menerpa. Riana jangan terbawa perasaan. Kamu harus melupakan rasa ini segera. Wanita itu mengingatkan dirinya sendiri. "Ayo masuk ke sini!" persilah Pradana sambil membukakan pintu utama di vila miliknya. Riana menurut, lalu berjalan secara perlahan mengikuti langkah kaki sang mantan. Ketika sudah masuk, Riana mengedarkan pandangannya. Di dalam sana tak ada barang-barang yang tampak, hanya ada sebuah sofa. Riana menebak bahwa vila ini baru saja selesai dikerjakan. "Duduk di sini. Supaya kamu tidak capek." Persila Pradana sembari menepuk-nepuk sofa yang sudah ia duduki terlebih dahulu. "Baiklah." Riana lagi-lagi

