Tubuh Riana menegang. "Namanya Dion bukan laki-laki berengsek. Dia suamiku! Tolong jaga ucapanmu, Pradana," ujar Riana membela Dion sebagai seorang istri di depan sang mantan. "Apa kamu benar-benar bisa bahagia hidup dengannya?" Pradana tidak menggubris ucapan wanita itu yang membuat hatinya panas dan malah melontarkan pertanyaan lain. "Tentu aku bahagia," bohong Riana sengaja. "Aku harus bisa bahagia hidup bersama Dion dalam rumah tangga yang kami bangun." "Bahagia? Apakah kamu memang bisa lebih bahagia hidup bersama dia, Riana?" Pradana kian terbakar api cemburu. Tidak akan kalah dari laki-laki berengsek bernama Dion itu. "Ya, karena dia suamiku. Tentu aku bahagia hidup bersamanya." Riana mengatakan seolah kehidupan rumah tangganya baik-baik saja. "Jadi aku tidak memiliki kesempatan

