Dion tak bisa tenang, kaki-kakinya bergerak silih berganti tanpa henti. Pikirannya pun tidak luput dari kekacauan. Sebuah handphone milik Riana berada dalam genggaman kuat tangan kanannya. Sedari tadi, entah sudah berapa kali Dion coba untuk menghubungi nomor yang ternyata tidak aktif ini dengan bodohnya. Dion menemukan handphone tersebut tergeletak di atas tempat tidur istrinya. Dua pesan dari nomor bertuliskan milik Pradana yang berisi pemberitahuan keterlambatannya menjemput Riana menjadi pembuka yang cukup panas untuk Dion, ketika baru saja menghidupkan telepon seluler milik istrinya. Pikiran laki-laki itu kini dipenuhin oleh sebuah kalimat yang terus mengganggu yakni 'Riana sang istri tengah pergi berduaan dengan mantan kekasih terindahnya' hati Dion bergemuruh menandakan rasa ketid

