22

750 Kata

Riana memarkirkan mobilnya tepat di depan sebuah ruko. Tempat ini merupakan 'markas' Dion dan teman-temannya. Riana keluar dari dalam kendaraan sembari menjinjing dua rantang berukuran sedang di tangan. Rantang-rantang tersebut berisi makanan yang dimasak oleh ibunya. Dengan langkah tak terlalu terburu-buru, Riana pun berjalan mendekat ke arah ruko. Dan saat sudah berada di depan pintu, Riana diam sejenak. Namun, selang lima detik kemudian wanita itu mendorong perlahan-lahan daun pintu agar tidak menimbulkan keributan. "Selamat datang!" sapa seorang laki-laki dari dalam. Laki-laki itu lalu mengeriyitkan kedua alisnya, sedang berusaha mengingat nama dari wanita yang sekarang ini berdiri di hadapannya. "Kamu Riana, 'kan? Istri dari Dion?" "Iya. Aku Riana. Kamu bukannya Bagas ya?" tanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN