25

616 Kata

Perut Riana pun kian terasa sakit dan nyeri. Tubuhnya juga jadi melemas melihat cairan merah yang semakin banyak di lantai. "Dion! Tolong aku!" teriak Riana untuk kedua kalinya. Air mata sudah mulai keluar dari kedua pelupuk matanya. Dion yang kala itu baru terbangun langsung berlari menghampiri sang istri setelah mendengar teriakan yang berasal dari wanita itu. "Riana!!" seru Dion panik. Tepat di depannya, Riana tengah terduduk menangis sambil memegangi perut. Kedua mata Dion juga menangkap warna merah di lantai yang diyakini olehnya adalah darah. "Dion, tolong aku." Rintih sang istri menahan rasa sakit dan nyeri yang menyerang perutnya. Dion sudah berada di samping Riana. Tetesan-tetesan peluh dan air mata menghiasi wajah wanita itu. "Iya. Kamu harus tetap tenang," ujar Dion. Ia send

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN