Dion memberhentikan motor spaort-nya tepat di depan sebuah kantor berlantai dua yang terkesan cukup elegan dari luar dan membuatnya sedikit takjub. Di hari pertamanya kembali bekerja, Dion sudah harus menemui seorang klien baru untuk membahas projek yang akan mereka sepakati. Ia sendiri belum mengetahui nama dari klien baru mereka kali ini. Dwika hanya menyuruhnya untuk datang ke sini. Informasi yang dia peroleh dari sang sahabat, klien mereka ini menggeluti bisnis di bidang konstruksi dan properti. Dion memasuki area dalam kantor dan mengatakan pada pegawai bagian resepsionis maksud kedatangannya ke kantor ini. Resepsionis meminta dirinya untuk menunggu pemilik perusahaan di ruang tunggu. Dion pun menuruti perkataan resepsionis itu. Dia langsung masuk ke ruangan tersebut. Sekitar 30 me

