Mulai Ada Rasa

647 Kata
" Dik, besok aku ke Surabaya ya ?" Firman mengelus lembut rambut Shakira yang tidur menghadap dirinya. " Berapa hari mas, jangan lama lama ya? Badanku sering kurang enak akhir akhir ini ", Shakira sedikit mengeluh menatap suaminya dengan mata beningnya. " Apa besok kuantar periksa ke dokter dulu sebelum aku ke Surabaya ?" Firman merangkul erat istrinya. Harum rambut dan tubuh istrinya membuatnya enggan jauh jauh dari Shakira. " Nggak usah lah mas, yang penting selesai urusan mas cepat pulang ya ? ". " Dihh...kok jadi manja ya sekarang istri mas ini ", Firman mencium pipi istrinya yang gembil dengan gemas. " Manja sama suami kan berpahala mas ", Shakira nggak mau kalah menjawab omongan suaminya . " Iyaa..mas suka kok. Manja terus aja biar cepat jadi adiknya Azka ", Firman mengerling genit kearah istrinya. " Ih..maunya mas aja itu ", terkekeh Shakira menjawab suaminya. Akhir akhir ini mereka memang lebih ' mesra ' hubungannya. Apalagi niat Firman untuk menambah ' pasukan ' sudah tak terbendung. Jadilah ibadah suami istri mereka jadi bertambah frekuensinya dan menambah erat jalinan cinta mereka. ************ Firman sampai di bandara Juanda sudah dijemput oleh Yoga sepupunya sekaligus yang menghandle pabrik sepatunya di Surabaya. " Assalamualaikum Fir, mau ke rumah budhe atau langsung lihat pabrik?", Yoga menyambut sepupunya. " Ke ibu dulu ya ? Kangen aku pulang terakhir kemarin cuma sebentar ketemu beliau ". " Baiklah..", Yoga pun mengarahkan mobilnya menuju daerah Ngagel kediaman budhenya yaitu ibunya Firman. Ayah Yoga adalah adik ibunya Firman. Ting.. Ada notifikasi WA masuk. Firman melihat ternyata ada pesan dari Aida. Sebulan setelah pertemuan kemarin baru kali ini Aida kirim pesan. Segera Firman membukanya. Aida : Assalamualaikum Firman. Bagaimana kabarmu ? Terimakasih ya, aku sudah krasan kerja di pak Andri. Firman : Waalaikumussalam warahmatullaahi wabarakatuh. Alhamdulillah Aida, aku baik baik saja. Ini baru sampai Surabaya. Aida : Oh ya ? ke rumah ibumu ya? Salam ya buat ibu. Firman : Iya, mengunjungi ibu sekalian lihat usahaku yang disini. Aida : Ya sudah silakan lanjut lagi. Sekali lagi terimakasih bantuannya kemarin. Firman : Sama sama Aida. Jaga dirimu baik baik. Firman menutup hpnya setelah mengirim kabar ke Shakira juga kalau dia sudah sampai Surabaya. Dia agak kepikiran juga dengan istrinya yang akhir akhir ini sering mengeluh tidak enak badan. Tapi tiap kali diajak ke dokter pasti alasannya sudah enakan. Jadi sampai saat ini belum dia periksakan kondisi istrinya. " Siapa Fir , kok asyik sekali balas chatnya ?" ternyata Yoga sambil menyetir mobil memperhatikan gerak gerik Firman. " Aida Ga, putranya pak Salim tetangga dulu yang 2 rumah dari rumah ibu ", jawab Firman. " Aida gandenganmu dulu itu ? Bagaimana kabarnya sekarang ? kok bisa ketemu ?" cerocos Yoga kaget. Akhirnya Firman pun menceritakan pertemuannya dengan Aida dulu pada Yoga. " Kasihan, malang sekali ya nasibnya ?" kata Yoga. " Iya Ga, aku juga geregetan sama kelakuan suaminya pas Aida cerita kehidupan pernikahannya ",. " Alhamdulillah, Allah menuntun jalannya ketemu denganmu sehingga kamu bisa menolong sahabat masa kecilmu dulu ", sambung Yoga. " Semoga setelah ini dia bisa bertemu jodohnya yang bisa melindunginya ", Firman mendoakan sahabatnya " Aamiin..", sahut Yoga. Sementara itu Aida setelah menaruh hpnya diatas meja, dia melamun membayangkan sosok Firman yang sudah belasan tahun dilupakannya sekarang merajalela di dalam benaknya. Setelah pertemuan itu Aida jadi terbayang bayang sosok Firman yang ternyata sampai saat ini masih terasa nyata menghuni sudut hati terdalamnya. Dia berusaha keras menghalaunya karena dia sadar Firman sudah punya keluarga yang bahagia. Tindakannya kemarin hanya sekedar menolong saja. Jadi dia tidak boleh gede rasa dengan perhatiannya. Apalagi setelah itu Firman tidak pernah menghubunginya. Tadi dia kirim pesan duluan karena tiba tiba dia merasa rindu dengan Firman. Jadi dia mencari alasan untuk bisa membuka obrolan dengannya . Obrolan singkat via WA sudah cukup bagi Aida untuk menentramkan hatinya yang mulai bergejolak . Dia kemudian menyeret tubuhnya ke kamar mandi untuk ambil wudhu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN